Strategi komunikasi guru dalam meningkatkan prestasi belajar 



   HUT ke 77 Kemerdekaan RI sebagai momentum istimewa bagi bagi bangsa dan bagi negara. Alhamdulillah, di usia kemerdekaan ke-77 kita semua masih menikmati hasil perjuangan para pejuang kemerdekaan dalam keadaan sehat
wal afiat. 
     Perjuangan merebut kemerdekaan bangsa, mutlak berat. Kita harus selalu mengingat pesan proklamator Sukarno bahwa merebut kemerdekaan itu sangat berat, tetapi jauh lebih berat lagi melindungi dan mempertahankan kemerdekaan tersebut.
     Kita tetap optimis menghadapi masa depan bangsa. Oleh karena itu, mari kita berdoa semoga kita dan bangsa ini tetap mendapat berkah dari Allah SWT sehingga kehidupan berbangsa tetap berkelanjutan.
  Guru merupakan faktor dominan dalam proses pembelajaran sehingga sangat berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar. Bahkan kesuksesan guru dalam menjalankan amanatnya selaku pendidik, juga sangat menentukan keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan.
   Strategi komunikasi yang dilakukan guru dalam mendidik dan meningkatkan prestasi belajar siswa, yaitu menggunakan teknik ganjaran.Sebagaimana pengertian teknik ganjaran (pay off technique), yaitu kegiatan untuk mempengaruhi orang lain dengan cara mengiming-imingi hal yang menguntungkan atau menjanjikan harapan. yaitu suatu cara yang bersifat menakut-nakuti atau menggambarkan konsekuensi yang buruk. Jadi, kalau pay-off tecnique menjanjikan ganjaran (rewarding), fear arousing tecnique menunjukan hukuman (punishment).Akan tetapi dalam penggunaannya guru salah mengartikannya. Dalam teknik ganjaran ini seharusnya siswa yang berprestasi diberi ganjaran berupa hadiah, dan sebagainya. Sehingga siswa pun menjadi termotivasi untuk 
meningkatkan prestasinya agar bertambah lebih baik. 
 Dalam kenyataannya ternyata guru tidak melakukan yang demikian. Guru hanya memahami kalau ganjaran itu berupa hukuman, dan itu diberikan kepada siswa yang bersalah. Guru tidak memahami kalau ganjaran itu seharusnya diberikan juga untuk siswa yang memiliki prestasi. Hal ini dimaksudkan supaya siswa terus berusaha meningkatkan prestasinya.Dengan demikian guru tidak merasa lelah lagi dalam berpikir dan berbuat menghadapi siswanya. Jika teknik dapat berjalan dengan baik, maka langkah selanjutnya adalah guru hanya diharapkan mampu menanamkan rasa kesadaran kepada siswa sehingga dia merasa percaya diri dan terjauh dari rasa kecil hati. Siswa juga akan terhindar dari kekerasan yang dapat memicu tindak kekerasan pula kepada siswa yang lain. Siswa yang diajarkan dengan penghargaan maka kelak siswa itu akan menjadi mengerti dan tahu menghargai orang lain. Namun sebaliknya apabila siswa dididik dengan hinaan dan hukuman, maka kelak dia juga akan merasa hina dan tidak pandai menghargai orang lain. 
  Gambaran tentang strategi komunikasi yang dilakukan guru terhadap siswanya pada dasarnya karena disebabkan kesibukan guru mengurusi dengan banyak siswa sehingga tidak terkondisikan siswa yang melakukan kesalahan dan yang tidak melakukan kesalahan. Namun ketika anak melakukan kesalahan, guru, yaitu kepala sekolah baru mulai menunjukkan sikap perhatiannya berupa tindakan menghukum siswa.Dalam masyarakat kita penerapan pendidikan antara pujian (reward) dengan hukuman (punishment), tidaklah sebanding. Pendidikan di lingkungan kita sering lebih mengedepankan hukuman. Jika anak berbuat salah, dihukum, dimarahi, dipukul, dan sebagainya. Akan tetapi, jika anak melakukan suatu prestasi, terkadang guru tidak memberikan pujian, sehingga.siswa akan mengetahui bagaimana jika bersalah dan bagaimana jika berprestasi.
Orang yang hebat bisa  melahirkan beberapa karya bermutu tetapi guru yang bermutu dapat melahirkan ribuan orang-orang hebat.


 

Komentar

Postingan Populer